Sidoarjo || lintasselatan.bratapos.com – Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI) terus berkomitmen dalam meningkatkan kualitas layanan bagi penyalahguna narkotika di tanah air. Hal ini dibuktikan dengan langkah nyata jajaran Deputi Bidang Rehabilitasi BNN RI saat melakukan kunjungan kerja di Lembaga Rehabilitasi Sahwahita Nusantara, Sidoarjo, pada Rabu (28/04/2026).
Hadir langsung dalam agenda penting tersebut, Direktur Penguatan Lembaga Rehabilitasi Komponen Masyarakat (PLRKM), Brigjen Pol. Syamsul Bahar, didampingi Deputi Rehabilitasi BNN RI, Tini. Kedatangan rombongan disambut hangat oleh pihak yayasan serta turut dihadiri Kepala BNNK Sidoarjo, Kombes Pol. Gatot, dan perwakilan Seksi Rehabilitasi BNNP Jawa Timur.
Dalam arahannya, Brigjen Pol. Syamsul Bahar menegaskan bahwa setiap lembaga rehabilitasi sosial wajib memiliki standar yang terukur. Kunjungan ini bukan sekadar silaturahmi, melainkan upaya bimbingan teknis untuk mendorong penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI) pada setiap lini pelayanan.
"Kita ingin memastikan bahwa proses pemulihan bagi klien berjalan secara profesional dan sesuai regulasi. Penerapan SNI adalah harga mati untuk menjamin mutu layanan yang optimal bagi masyarakat," tegas Brigjen Pol Syamsul di sela-sela peninjauan fasilitas.
Evaluasi dan Penguatan Teknis
Selama berada di lokasi, tim BNN RI melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem manajemen dan program rehabilitasi yang dijalankan oleh Sahwahita Nusantara.
Poin utama yang ditekankan adalah transparansi, akuntabilitas, serta ketersediaan sarana prasarana yang memadai guna menunjang keberhasilan pemulihan para korban penyalahgunaan narkotika.
Kepala BNNK Sidoarjo, Kombes Pol. Gatot, menambahkan bahwa sinergi antara BNN dan lembaga komponen masyarakat (LKM) seperti Sahwahita sangat krusial. Hal ini selaras dengan program nasional dalam menekan angka prevalensi narkotika melalui pendekatan rehabilitatif yang humanis namun tetap disiplin.
Diharapkan, dengan adanya penguatan dari BNN RI ini, Sahwahita Nusantara Sidoarjo mampu menjadi role model lembaga rehabilitasi di Jawa Timur yang mandiri dan berintegritas dalam menyelamatkan generasi bangsa dari bahaya laten narkoba. (Zen/Art)