Letda Bintang Revolusi Bersinar di Pembaretan Kopassus 2026, Bukti Ketangguhan Putra Asal Blitar Letda Bintang Revolusi Bersinar di Pembaretan Kopassus 2026, Bukti Ketangguhan Putra Asal Blitar / Lintas Selatan (30-Apr-2026)
Bratapos / Daerah

Letda Bintang Revolusi Bersinar di Pembaretan Kopassus 2026, Bukti Ketangguhan Putra Asal Blitar

Terbit : 30-Apr-2026, 07:29 WIB // Pewarta : Lintas Selatan, Editor : Lintas Selatan // Viewers : 44 Kali

BLITAR || Bratapos.com – Semangat juang dan jiwa patriotisme kembali ditunjukkan putra daerah asal Blitar di panggung kehormatan militer. Letda Mohammad Bintang Revolusi, F.D., S.Tr. Han, menegaskan kualitas kepemimpinannya dengan tampil memimpin yel-yel dalam prosesi pembaretan Komando Pasukan Khusus (Kopassus) tahun 2026.

Deburan ombak Pantai Permisan, Nusakambangan, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, menjadi saksi perjalanan panjang sekaligus dedikasi tinggi perwira muda tersebut. Dalam suasana sakral dan penuh semangat juang, komando lantang yang dipimpinnya mampu membakar energi dan solidaritas para prajurit yang telah menuntaskan serangkaian seleksi berat.

Prosesi pembaretan sendiri merupakan momen sakral yang menandai peralihan status sekaligus legitimasi kehormatan bagi prajurit yang berhasil melewati ujian berat, mulai dari ketahanan fisik, kekuatan mental, kecerdasan taktis, hingga kesetiaan tanpa kompromi.

Lahir di Blitar pada 7 Juni 2001, Bintang tumbuh dalam lingkungan keluarga yang menanamkan nilai kedisiplinan, tanggung jawab, dan pengabdian. Ia merupakan putra dari Mohammad Trijanto, S.H., M.M., M.H., Direktur Revolutionary Law Firm Kota Blitar yang dikenal sebagai advokat dan aktivis hukum, serta Novi Nurhayati, S.P., M.M., Aparatur Sipil Negara di Dinas Sosial Kabupaten Blitar.

Menurut ayahnya, keberhasilan tersebut merupakan hasil proses panjang, bukan capaian instan.

“Saya tidak pernah mendidik anak-anak hanya untuk sukses, tetapi agar hidupnya bermakna, berguna bagi bangsa, dan meninggalkan jejak kebaikan,” ujar Mohammad Trijanto, Rabu (29/4/2026).

Ia menegaskan, keberanian memilih jalan sulit menjadi kunci utama pencapaian.

“Sejarah tidak pernah mencatat mereka yang memilih jalan nyaman. Sejarah ditulis oleh mereka yang berani bertahan di jalan sulit,” tegasnya.

Perjalanan pendidikan Bintang menunjukkan konsistensi kuat. Ia menempuh pendidikan di SD Bendogerit 1 Kota Blitar, SMP Negeri 1 Kota Blitar, hingga SMA Taruna Nusantara Magelang. Langkahnya berlanjut ke Akademi Militer Magelang, tempat ia mengasah kepemimpinan dan kemampuan militer.

Di lingkungan akademi, Bintang dikenal memiliki kemampuan intelektual yang menonjol, khususnya di bidang teknologi komputer, serta aktif dalam berbagai organisasi strategis seperti Macan Tidar, Poltar, dan Bendera. 

Ia juga dipercaya menduduki posisi penting, antara lain sebagai Kepala Seksi Operasi dan Kepala Tata Usaha.

Puncak prestasinya diraih pada 2024 saat ia menyabet gelar Taruna Terbaik Pendidikan Dasar Infanteri serta penghargaan Tanggon Kosala Perak.

Kemampuannya memimpin yel-yel bukan hal baru. Dalam tradisi militer, peran tersebut menuntut ketegasan komando, pengendalian emosi, karisma, serta kemampuan membangkitkan semangat juang.

Kualitas ini pula yang membuatnya dipercaya dalam berbagai momen penting, termasuk penyambutan kenegaraan Presiden Prancis Emmanuel Macron di Akademi Militer Magelang pada 2025 yang dihadiri Presiden RI Prabowo Subianto.

Semangat berprestasi juga tercermin dari sang adik, Galang Satria Dijagad, yang kini menempuh pendidikan di SMA Taruna Nusantara dan telah menorehkan berbagai prestasi di bidang olahraga pencak silat hingga penelitian tingkat nasional dan internasional.

Capaian Letda Bintang Revolusi menjadi bukti bahwa generasi muda Indonesia masih memiliki daya juang tinggi, visi kuat, dan komitmen pengabdian kepada bangsa.

Dari Blitar hingga Pantai Permisan, ia menunjukkan bahwa keberhasilan sejati tidak lahir dari jalan pintas, melainkan dari disiplin, proses panjang, dan dedikasi tanpa henti.

“Hidup hanya sekali. Jangan sekadar hidup. Jadilah berarti, berkontribusi, dan tinggalkan jejak yang dikenang sejarah,” menjadi prinsip yang terus dipegang teguh keluarga ini. (rf)


Pilihan Untukmu