Viral Dugaan "86" Belasan Juta Kasus Cytotec, Ada Apa Anggota Reskoba Polres Malang Datangi Kediaman Narasumber? Viral Dugaan "86" Belasan Juta Kasus Cytotec, Ada Apa Anggota Reskoba Polres Malang Datangi Kediaman Narasumber? / Lintas Selatan (03-Mar-2026)
Bratapos / Hukum

Viral Dugaan "86" Belasan Juta Kasus Cytotec, Ada Apa Anggota Reskoba Polres Malang Datangi Kediaman Narasumber?

Terbit : 03-Mar-2026, 12:12 WIB // Pewarta : Lintas Selatan, Editor : Lintas Selatan // Viewers : 211 Kali

Malang || lintasselatan.bratapos.com – Hingga detik ini, Kasatreskoba Polres Malang, Iptu Richy Hermawan masih terkesan bungkam dan enggan memberikan keterangan resmi maupun penjelasan mendalam terkait pengakuan mengejutkan dari narasumber mengenai dugaan praktik "86" atau penyelesaian di bawah tangan yang mencapai angka belasan juta rupiah dalam kasus obat keras jenis Cytotec. Sikap diam ini pun memicu pertanyaan besar di tengah publik: Ada apa dan kenapa?

 

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun oleh tim redaksi Bratapos.com, oknum anggota Reskoba Polres Malang berinisial (Z) dikabarkan mendatangi kediaman narasumber pada Senin (2/3/2026) pagi. Dengan dalih mengatasnamakan perintah dari Paminal Polres Malang, kedatangan (Z) tersebut bertujuan meminta narasumber untuk datang ke Polres Malang guna dimintai keterangan. 

 

Anehnya, permintaan tersebut hanya disampaikan secara lisan tanpa disertai surat panggilan resmi dari instansi kepolisian. Tindakan oknum (Z) ini pun menuai sorotan tajam dari berbagai elemen masyarakat. 

 

Publik mempertanyakan legalitas dan prosedur operasi standar (SOP) dari tindakan tersebut. Apakah dibenarkan seorang anggota kepolisian menjemput atau memanggil narasumber secara lisan tanpa administrasi yang jelas? Benarkah Paminal Polres Malang memberikan instruksi seperti itu?

 

Intimidasi Halus atau Prosedur?

Kepada Bratapos.com, (Er), warga Mulyorejo, Kecamatan Sukun, Kota Malang, membeberkan kegelisahannya. Ia mengaku sempat dihubungi oleh seorang pengacara berinisial (DVN) sesaat setelah dirinya mulai berani bersuara (speak up) di media massa.

 

"Dia (DVN) seorang Pengacara menelepon saya, langsung membahas masalah saya bicara ke media. Nadanya seperti ketakutan. Dia menanyakan perihal pendampingan kasus istri saya dulu di Reskoba Polres Malang dan menyuruh saya serta istri untuk datang ke kantor (Polres Malang)," ungkap (Er) saat dikonfirmasi, Senin (2/3/2026) siang.

 

Di sisi lain, anggota Reskoba Polres Malang berinisial (Z) berdalih bahwa langkahnya mendatangi rumah narasumber adalah bentuk tindak lanjut dari laporan yang sudah masuk ke Paminal.

 

"Saya tadi dapat perintah dari Paminal terkait adanya video TikTok itu. Maksud saya begini mas, biar jelas karena laporannya sudah di Paminal. Nanti biar dijelaskan sama mas Erik, karena saran dari rekan-rekan Paminal seperti itu, kebetulan saya yang tahu lokasi rumahnya," dalih (Z) melalui sambungan telepon.

 

Bantahan Paminal Polres Malang

Menanggapi kegaduhan ini, Winarno selaku pihak Paminal Polres Malang angkat bicara. Melalui sambungan telepon WhatsApp, ia membantah keras narasi yang beredar mengenai dugaan "tangkap lepas" dalam kasus pil Cytotec senilai belasan juta rupiah tersebut.

 

"Ya tidak benar, akan tetapi ke depannya saya akan melakukan klarifikasi terkait pemberitaan di SuaraKeadilan. Saya tegaskan bahwa konfirmasi melalui WA Anda itu tidak benar. Saat ini saya masih ada kegiatan Zoom, jadi nanti kita akan berikan klarifikasi lebih lanjut," tegas Winarno.

 

Publik Menanti Transparansi

Meskipun telah ada bantahan dari pihak Paminal, publik kini justru semakin menanti transparansi nyata dari jajaran Polres Malang, khususnya Kasatreskoba dan unit terkait. 

 

Muncul spekulasi liar di masyarakat: jika memang dugaan praktik pungli atau "86" tersebut tidak benar, mengapa Kasatreskoba Polres Malang lebih memilih untuk bungkam saat dikonfirmasi di awal?

 

Kejujuran dan keterbukaan pihak kepolisian dalam menangani kasus obat keras Cytotec ini menjadi pertaruhan bagi citra institusi Polri di mata warga Malang Raya. Redaksi akan terus mengawal perkembangan kasus ini hingga tuntas. Bersambung... (Zen/Art/Tim)


Pilihan Untukmu