Malang || lintasselatan.bratapos.com - Akhir-akhir ini di Desa Rejosari, Kecamatan Bantur sering terjadi kejadian kemalingan hingga membuat se isi desa mengalami ketegangan, kepanikan serta sangat waspada dan curiga terhadap orang asing yang berkunjung di desa tersebut.
Terkait kasus dugaan pemukulan terhadap ODGJ di Desa Rejosari, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang yang melibatkan Kasun Jeding yang sempat viral di media sosial dan juga pemberitaan akhirnya berujung damai.
Disaksikan Kasun Kutukan, Desa Rejosari, Saiful dan keluarga besar Pengasuh Pondok Roudlutul Tolibin, akhirnya Kamituwo Jeding, Marsum resmi minta maaf dan siap bertanggung-jawab dengan apa yang telah diperbuat kepada salah satu santri Pondok Roudlutul Tolibin.
Permintaan maaf itu disampaikan Kamituwo Marsum atas pemukulan terhadap santri Pondok Roudlutul Tolibin yang diduga ODGJ pada mediasi yang difasilitasi oleh Kasun Kutukan dan Keluarga Besar Pengasuh Pondok Pesantren, Senin (26/8/2024).
Kepada bratapos.com, Camat Bantur, Bayu Jatmiko, S.STP menyampakan, suatu hari ada warga setempat Desa Rejosari, Pak Marsudi yang sedang berselisih faham dengan (B) orang asing yang diduga pengidap gangguan jiwa yang berasal dari Pondok setempat.
"Orang asing (B) yang sedang berkeliling di Desa Rejosari lalu bertemu dengan Pak Marsudi, tiba-tiba si (B) mengajukan sejumlah rentetan pertanyaan aneh sehingga membuat Pak Marsudi yang sedang dalam keadaan waspada karena peristiwa maling akhir-akhir ini di Desa Rejosari membuatnya geram dan curiga terhadap perilaku (B), hingga akhirnya membuat nya memukuli si (B)," ungkapnya saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Selasa (27/8/2024) sore.
Dijelaskakan oleh Bayu Jatmiko, S.STP, sebelumnya Pak Marsudi tidak mengetahui bahwa (B) adalah orang ODGJ yang berasal dari pondok setempat. Berjalannya waktu lalu setelah kejadian itu, setelah ditelusuri lagi oleh warga, ternyata (B) adalah orang yang berasal dari Pondok setempat.
"Masalah ini sudah di mediasi oleh Kades setempat dan sudah diselesaikan secara kekeluargaan. Pihak Pondok yang sudah mengetahui kejadian yang dialami warga Desa Rejosari sudah memaklumi masalah selisih paham ini, pihak Pondok dan Desa Rejosari sudah saling berdamai," ujarnya.
Sementara Kades Rejosari, Juri ketika dikonfirmasi terkait hal tersebut melalui telepon WhatsApp menyampaikan bahwa pihak Pemdes Rejosari mengikuti pilihan yang terbaik dalam menyikapi permasalahan tersebut.
"Kita ngikutin saja apa yang terbaik," ucap Kades Rejosari, Juri dengan singkat. (zen/conk arif)