Perhutani Dukung Pendidikan Kehutanan melalui Kuliah Lapang Mahasiswa Universitas Brawijaya Perhutani Dukung Pendidikan Kehutanan melalui Kuliah Lapang Mahasiswa Universitas Brawijaya / Lintas Selatan (10-May-2026)
Bratapos / Daerah

Perhutani Dukung Pendidikan Kehutanan melalui Kuliah Lapang Mahasiswa Universitas Brawijaya

Terbit : 10-May-2026, 08:32 WIB // Pewarta : Lintas Selatan, Editor : Lintas Selatan // Viewers : 42 Kali

BLITAR || Bratapos.com – Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Blitar menerima kunjungan mahasiswa kuliah lapang dari Fakultas Kehutanan Universitas Brawijaya (UB) Malang di lokasi tebangan BKPH Sumberpucung. Kegiatan tersebut disambut langsung oleh Wakil Administratur/KSKPH Blitar, Hermawan HS, Jumat (09/05/2026).

Kuliah lapang kali ini difokuskan pada kegiatan pemanenan hutan, yakni rangkaian proses teknis pengambilan hasil hutan kayu maupun hasil hutan bukan kayu (HHBK) dari hutan alam maupun hutan tanaman. 

Kegiatan tersebut bertujuan memaksimalkan nilai ekonomis hasil hutan dengan tetap memperhatikan aspek kelestarian lingkungan, sosial, dan teknis kehutanan.

Dalam prosesnya, potensi tegakan pohon diubah menjadi produk siap olah berupa kayu bulat atau bahan baku industri melalui tahapan penebangan, penyaradan, pengangkutan hingga pemasaran.

Administratur Perhutani KPH Blitar melalui Wakil Administratur/KSKPH Blitar, Hermawan HS, menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat datang kepada mahasiswa Kehutanan Universitas Brawijaya yang melaksanakan kuliah lapang di petak 76E tebangan jati A2 tahun 2026, RPH Sukowilangun, BKPH Sumberpucung, KPH Blitar.

“Komponen utama kegiatan pemanenan hutan meliputi penebangan (felling), yakni memotong pohon dari tunggaknya, penyaradan (skidding) untuk memindahkan kayu dari lokasi tebangan ke tempat pengumpulan sementara, serta pengangkutan (hauling) menuju industri pengolahan kayu,” jelas Hermawan.

Ia menambahkan, proses penebangan pohon di Perhutani diawali dengan kegiatan teresan atau mematikan pohon sebelum ditebang agar proses pengangkutan lebih efektif dan efisien.

“Tujuan utama teresan adalah memperoleh produksi kayu dengan kualitas baik guna memenuhi kebutuhan bahan baku industri,” imbuhnya.

Hermawan juga menjelaskan bahwa seluruh proses pemanenan didukung dokumen resmi dan legalitas yang lengkap, mulai dari pengesahan Kementerian Kehutanan, Surat Perintah Kerja (SPK), hingga order barcode sebagai kelengkapan administrasi.

“Hal ini menjadi bukti bahwa kegiatan pemanenan atau tebangan dilaksanakan sesuai peraturan dan ketentuan yang berlaku,” tegasnya.

Sementara itu, Dosen Kehutanan Universitas Brawijaya, Yulia Amirul, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari perkuliahan praktikum melalui kunjungan lapangan di KPH Blitar.

“Di sini mahasiswa mempelajari langsung proses pemanenan hutan, mulai dari petak tebangan hingga ke Tempat Penjualan Kayu (TPK). Kami berharap kegiatan ini dapat menambah wawasan mahasiswa sekaligus mendorong pengelolaan hutan yang semakin lestari di masa depan,” ujarnya.

Setelah sesi pemaparan materi, mahasiswa melaksanakan praktik lapangan berupa penebangan pohon, pembagian batang, hingga pencatatan administrasi tebangan yang dipandu langsung oleh mandor tebang BKPH Sumberpucung.

Melalui praktik langsung tersebut, mahasiswa diharapkan mampu memahami secara menyeluruh proses penebangan dan pemanenan hutan yang diterapkan di lingkungan Perhutani. (rf)


Pilihan Untukmu