Lesunya 9 Pasar Tradisional di Kota Blitar, DPRD Desak Disperindag Lakukan Terobosan Nyata Lesunya 9 Pasar Tradisional di Kota Blitar, DPRD Desak Disperindag Lakukan Terobosan Nyata / Lintas Selatan (02-May-2026)
Bratapos / Pemerintahan

Lesunya 9 Pasar Tradisional di Kota Blitar, DPRD Desak Disperindag Lakukan Terobosan Nyata

Terbit : 02-May-2026, 14:29 WIB // Pewarta : Lintas Selatan, Editor : Lintas Selatan // Viewers : 40 Kali

BLITAR || Bratapos.com – Kondisi pasar tradisional dan pusat kuliner di Kota Blitar yang kian lengang mendapat sorotan serius dari kalangan legislatif. Sekretaris Komisi II DPRD Kota Blitar, Nuhan Eko Wahyudi, menyampaikan keprihatinannya setelah mencermati penurunan aktivitas ekonomi di sembilan pasar utama yang selama ini menjadi tumpuan hidup masyarakat.

Sembilan pasar yang dimaksud meliputi Pasar Legi, Pasar Pon, Pasar Wage, Pasar Pahing, Pasar Dimoro, Pasar Templek, Pasar Sepeda, Pasar Loak, hingga Pusat Kuliner. Menurutnya, tren penurunan jumlah pengunjung di pasar-pasar tersebut sudah berada pada tahap yang mengkhawatirkan.

Nuhan menegaskan, kondisi ini tidak bisa terus-menerus dikaitkan dengan maraknya belanja daring semata. Ia menilai terdapat persoalan mendasar dalam manajemen dan inovasi yang dijalankan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Blitar.

“Dari hasil pantauan kami, sembilan pasar ini mengalami penurunan pengunjung yang signifikan. Disperindag tidak boleh tinggal diam. Diperlukan langkah luar biasa, bukan sekadar pemeliharaan rutin. Jika pola pengelolaan masih menggunakan cara lama, pasar-pasar kita akan semakin tertinggal oleh perkembangan zaman,” tegasnya, Sabtu (02/05).

Soroti Pasar Tematik dan Pusat Kuliner.

Ia juga menyoroti secara khusus pasar-pasar tematik seperti Pasar Sepeda, Pasar Loak, serta Pusat Kuliner yang sejatinya memiliki potensi besar sebagai daya tarik wisata.

“Pasar Sepeda dan Pasar Loak memiliki segmentasi berbasis hobi yang kuat. Ini seharusnya bisa dikembangkan melalui festival atau bursa rutin agar menarik pengunjung dari luar daerah. Begitu pula dengan Pusat Kuliner, fasilitas sudah tersedia, tetapi tanpa promosi dan kreativitas, kondisinya akan tetap sepi,” ujarnya.

Desak Revitalisasi Menyeluruh

Sebagai bagian dari Komisi yang membidangi sektor ekonomi, Nuhan mendesak pemerintah kota Blitar segera melakukan revitalisasi konsep pengelolaan pasar secara menyeluruh. 

Beberapa langkah strategis yang diusulkan antara lain:

- Digitalisasi pasar untuk mendorong pedagang masuk ke ekosistem daring

- Peningkatan kenyamanan melalui perbaikan kebersihan dan tata ruang

- Aktivasi event rutin guna menarik kembali minat masyarakat

“Kami di Komisi II akan segera memanggil Disperindag untuk meminta penjelasan terkait strategi penyelamatan sembilan pasar ini. Kami membutuhkan roadmap yang jelas dan terukur, bukan sekadar wacana,” tegasnya.

Selain itu, pihaknya juga berencana melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lapangan guna menyerap langsung aspirasi para pedagang yang terdampak.

“Pedagang tidak bisa terus dibiarkan berjuang sendiri. Retribusi tetap ditarik, tetapi upaya menciptakan keramaian belum maksimal. Ini yang harus segera dibenahi,” pungkasnya. (rf)


Pilihan Untukmu