Bappedalitbang Kabupaten Blitar Apresiasi Inovasi Baru "Jejak Dyah Gayatri" Pelayanan RSUD Ngudi Waluyo Wlingi Foto : SPA kaki diabetes merupakan terapi untuk pasien Diabetes Mellitus.
Bratapos / Pemerintahan

Bappedalitbang Kabupaten Blitar Apresiasi Inovasi Baru "Jejak Dyah Gayatri" Pelayanan RSUD Ngudi Waluyo Wlingi

Terbit : 03-Mar-2025, 14:35 WIB // Pewarta : Arif, Editor : Arif // Viewers : 180 Kali

BLITAR || Lintasselatan.bratapos.com - Penderita kencing manis (Diabetes Melitus) di Indonesia merupakan penyebab kematian ketiga di Indonesia setelah stroke dan jantung. Jumlah penderita terus meningkat, saat ini di Indonesia mencapai 19,5 juta penderita di tahun 2021 dan diprediksi akan menjadi 28,6 juta pada tahun 2045. 

Persoalan ini menjadi perhatian dari Kementrian Kesehatan, mengingat diabetes mellitus merupakan ibu dari segala penyakit. Peningkatan tersebut berkaitan dengan populasi yang meningkat, life expectancy bertambah, urbanisasi yang merubah pola hidup tradisional ke modern, prevalensi obesitas meningkat dan kegiatan fisik kurang. 

Hal itu diungkapkan Kepala Bappedalitbang Kabupaten Blitar, Drs. Rully Wahyu Prasetyowanto, M.E., bahwa diabetes melitus sebagai salah satu penyakit tidak menular yang menjadi roadmap pembangunan pelayanan kesehatan yang harus dikendalikan dengan edukasi (promosi kesehatan dan pemberdayaan masyarakat). 

"Jari diabetes tipe II ini menyebabkan berbagai komplikasii pada penderitanya, baik akut maupun kronik," ujarnya. Rabu (3/3/2025). 

Selain itu, penderita DM memiliki risiko lebih tinggi mengalami gangguan kaki karena pembuluh darah. Salah satu komplikasi kronik yang banyak terjadi adalah penyakit vaskuler perifer (aliran darah tepi), kerusakan saraf sensorik.

"Sehingga bisa menyebabkan berkurangnya kemamupuan kelemahan otot. Dan hampir 60% penderita DM mengalami masalah ini," imbuhnya. 

Menyikapi hal itu, maka RSUD Ngudi Waluyo mempunyai inovasi baru yang dinamakan “JEJAK DYAH GAYATRI” (Jejaring Komunitas Diabetes Melitus Dengan Edukasi Keluarga dan Pelayanan Terintegrasi). 

"Ini merupakan inovasi baru RSUD Ngudi Waluyo Wlingi yang bertujuan untuk menurunkan kejadian komplikasi Diabetes Mellitus pada pasien DM yang dirawat di RSUD Ngudi Waluyo Wlingi," tutur Rully. 

Lebih lanjut disampaikan bahwa inovasi ini dilaksanakan dengan menjaring pasien diabetes mellitus tipe II yang dirawat di ruang penyakit dalam yang nantinya diberikan edukasi pembelajaran terkait diet, cara pemberian insulin, latihan jasmani, perawatan kaki, dan spa kaki. 

"SPA kaki diabetes sendiri merupakan terapi untuk pasien diabetes mellitus secara menyeluruh mulai dari senam kaki, pembersihan (skin cleansing) dengan menggunakan sabun mandi yang lembut, foot mask yaitu tindakan memberikan lulur dengan tujuan membersihkan sel-sel kulit yang mati," pungkas Rully Wahyu Prasetyowanto. 

Sebagai informasi, Inovasi Jejak Dyah Gayatri ini mendapatkan juara 2 dalam ajang Krenotek Kabupaten Blitar tahun 2024 yang di adakan oleh Bappedalitbang Kabupaten Blitar.

Bappedalitbang selanjutnya akan mendampingi penerapan inovasi, serta melaksananakan monitoring dan evaluasi penerapan inovasi Jejak Dyah Gayatri. (rf) 


Pilihan Untukmu