BLITAR || Lintasselatan.bratapos.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Blitar menjalin kerjasama strategis dengan Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang (Polkesma) Kampus 3 Blitar.
Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dilakukan di Aula Kantor BPBD Kota Blitar, yang dihadiri oleh Kepala Dinkes Kota Blitar, Kepala Dispendik Kota Blitar, Kepala Diskominfotik Kota Blitar, PMI Kota Blitar, Prodi DIII Keperawatan Poltekes Kemenkes Malang, STIKes Patria Husada, BAPENA PPNI Kota Blitar, MDMC Kota Blitar dan Kepala Dinsos Kota Blitar.
Kepala BPBD Kota Blitar, Agus Suherli mengatakan bahwa terkait jalinan kerjasama tersebut sebenarnya tindak lanjut dari MoU sebelumnya.
"TKS Ini merupakan tindak lanjut dari MoU yang sudah dilakukan antara pemerintah kota Blitar dengan Polkesma tahun 2022 lalu," katanya. Rabu (4/6/2025).
Sehingga, menurut Agus, tindak lanjut dari kerjasama tersebut maka pihak BPBD kota Blitar secara teknis dengan mengadakan kegiatan tersebut. "Secara teknis kami tindaklanjuti dengan kegiatan TKS yang saat ini kami selenggarakan," imbuhnya.
Lebih lanjut dia mengatakan bahwa terkait tim yang dibentuk itu terdiri dari beberapa OPD yang terkait dengan kebencanaan.
"Semua personil yang terbentuk itu ada 28 yang terdiri dari lembaga dan OPD yang terkait dengan kebencaan. Ada Dinkes, Dinsos, Tagananya, ada Dikda Dinas Pendidikan," katanya.
Selain itu, dari dinas pendidikan serta para guru nanti akan menjadi edukator dan kominfo sendiri sebagai penyampai informasi, telah terjadi bencana dan telah ditangani oleh tim. "Terkait skenario kedepan, pihaknya akan mengadakan pelatihan pada tanggal 11 besok, terhadap kepada personel dan tim dan BPBD hang telah dibentuk," jelasnya.
Dia berharap kedepannya nanti tidak hanya delapan OPD yang bekerjasama dan menjadi tim dalam kebencanaan.
"Harapan kami akan lebih banyak lagi lembaga atau OPD yang melakukan MoU dengan kami. Terutama akademisi, dan praktisi kesehatan yang bisa berkolaborasi dengan kami dan mengadakan PKS seperti ini," pungkasnya.
Sementara ditempat yang sama, Plh. Sekda Kota Blitar, Widodo Saptono menyampaikan bahwa hal tersebut memang sudah dirintis sejak lama.
"Jadi sebenarnya ini memang sudah dirintis sebelumnya ya dengan melakukan kerjasama dan kolaborasi dalam penanganan korban yang tedampak bencana," ujarnya.
Hal ini diperlukan penanganan yang lebih serius, ujar Widodo, dan dalam hal ini sudah diantisipasi oleh BPBD dengan kerjasama dengan pihak Polkesma 3 Blitar.
"Artinya seringkali kita fokusnya kepada penanganan secara fisik saja, tetapi lupa pada trauma-trauma masyarakat yang tidak langsung terjadi tetapi mempengaruhi psikologisnya," imbuhnya.
Padahal menurutnya, dampak secara sikologis dari korban dampak bencana itu juga sangat penting dan harus dilakukan penanganan serius.
"Hal-hal yang berkaitan dengan sikologis ini juga harus ditangani secara serius, karena dampak pasca bencara yang kadang tidak terfikir penanganannya itu adalah terkait trauma sikologis korban," tegasnya.
Dia mengatakan bahwa kalau secara sikologis sudah tertangani maka masyarakat tidak hanya sehat secara fisiik tapi juga sehat secara mental.
"Sehingga secara mental bisa sehat kembali, bisa normal kembali, dan bisa beraktifitas kembali untuk masa depan. Jadi harus imbang, penanganannya baik secara fisikolgis dan sikologisnya, "terangnya.
Terkait kegiatan dan kerjasama tersebut, dia mengatakan dukungannya, karena hal-hal seperti itu serta merta bisa dilakukan pemerintah.
"Kami sangat mendukung, karena model penanganan seperti ini tidak bisa ditangani pemerintah sendiri. Dan harus mengajak berbagai pihak seperti Polkesma dan sebagainya," pungkasnya.
Sedangkan Wiwin Mardiningsih selaku ketua prodi D3 keperawatan kampus Blitar Polkesma 3 Blitar, menyampaikan bahwa pihaknya memang ada fokus pada penanganan trauma sikologis pasca bencana.
"Penanganannya itu fokus pada trauma sikologis pasca bencana. Karena biasanya pasca bencana yang difikirkan biasanya masalah fisik ya," sambungnya.
Lebih lanjut dia juga menyampaikan bahwa terkait MoU ini penting karena Blitar berada pada wilayah yang rawan bencana dan pihaknya juga siap bekerjasama dengan pihak yang lain.
"Blitar ini kan daerah yang dekat dengan kelud yang secara otomatis bisa dikatakan daerah rawan bencana. Maka dari itu, dari pihak kami siap melakukan kolaborasi dengan berbagai pihak terkait penaggulanan bencana dan penanganan pasca bencana," imbuhnya.
Sebagai penutup dia juga menyampaikan bahwa visi dari polkesma Blitar ini memang fokus pada kegawat daruratan bencana.
"Untuk polkesma yang di kampus blitar ini memang fokus terkait kedaruratan bencana. Terkait hal itu sebenarnya sudah dilakukan terkait penanganan terhadap dampak bencana," katanya. (rf)