Disnaker Blitar Serahkan 166 Sertifikat Kompetensi BNSP untuk Empat Skema Pelatihan Unggulan Foto : Acara Penyerahan Sertifikat Kompetensi BNSP kepada 166 peserta pelatihan. (bratapos)
Bratapos / Pemerintahan

Disnaker Blitar Serahkan 166 Sertifikat Kompetensi BNSP untuk Empat Skema Pelatihan Unggulan

Terbit : 20-Nov-2025, 15:23 WIB // Pewarta : Lintas Selatan, Editor : Lintas Selatan // Viewers : 103 Kali

BLITAR || Bratapos.com - Pemanfaatan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) tahun 2025 memberikan dampak positif bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Blitar. Melalui program pelatihan dan sertifikasi, Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Blitar menyerahkan sebanyak 166 Sertifikat Kompetensi BNSP kepada peserta dari empat skema pelatihan unggulan.

Acara penyerahan yang berlangsung di Local Education Center (LEC) Garum, Kabupaten Blitar tersebut turut dihadiri oleh Kabag Perekonomian, Kabid Pelatihan Kerja, Produktivitas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Ketua APTI Kabupaten Blitar, perwakilan LPK Smart Junior, PT Senandung Laras Korporat, LPK Erlin Estetika, BLK Sound Electric, serta para undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Blitar, Ivong Berttyanto, memberikan motivasi sekaligus penegasan mengenai pentingnya sertifikasi dalam meningkatkan daya saing tenaga kerja.

“Izin saya memulai sambutan ini dengan sebuah quote ‘Masa depan adalah milik mereka yang menyiapkan hari ini’. Dan semua yang hadir di sini adalah calon-calon orang sukses yang sedang menyiapkan diri,” ujarnya di hadapan para lulusan pelatihan. Kamis (20/11/2025).

Menurut Ivong, penyerahan sertifikat ini bukan sekadar agenda seremonial, tetapi merupakan “escalator” dalam perjalanan profesional setiap peserta. Sertifikat yang diperoleh dinilai bukan hanya selembar kertas, melainkan bukti konkret kompetensi dan komitmen dalam meningkatkan kualitas serta profesionalisme.

“Sertifikasi kompetensi ini adalah langkah nyata menuju pengakuan secara nasional. Kompetensi panjenengan bukan lagi sebatas kata, namun telah dibuktikan secara konkret dengan sertifikat yang berlisensi BNSP. Tidak perlu diragukan, karena sertifikasi ini telah diselenggarakan secara sistematis dan objektif sesuai Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI),” tegasnya.

Ivong juga menekankan bahwa di tengah persaingan global yang semakin ketat, sertifikasi BNSP menjadi bekal strategis bagi para peserta untuk bersaing di tingkat nasional hingga internasional. Proses peningkatan kompetensi, menurutnya, harus menjadi budaya yang diterapkan secara berkelanjutan.

“Dunia terus berubah, dan tuntutan terhadap kompetensi profesional pun semakin meningkat. Melalui sertifikasi BNSP, kita mampu meraih standar kompetensi tinggi dan terus mengasah keterampilan sesuai perkembangan terkini,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Ivong menyampaikan bahwa manfaat sertifikasi tidak hanya dirasakan oleh para peserta secara pribadi, tetapi juga membawa dampak positif bagi pembangunan daerah. Ketersediaan SDM berkualitas akan mempercepat pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan daya saing Kabupaten Blitar.

“Sertifikasi ini merupakan upaya kita bersama untuk mendorong lahirnya SDM dengan keterampilan tinggi di Kabupaten Blitar. Dengan SDM yang berkualitas, kita dapat mewujudkan Kabupaten Blitar yang maju bersama dan sejahtera bersama,” terangnya.

Menutup sambutannya, Ivong memberikan pesan inspiratif kepada para peserta bahwa, hidup sukses perlu proses, tidak ada orang sukses tanpa proses.”

“Hidup jangan sekedarnya, hendaknya fokus dan serius pada satu tujuan yang ingin dicapai. Ketika hendak berbisnis maka harus mempunyai pondasi yang kuat. Bisnis tidak semata-mata untuk mencari keuntungan, namun lebih kepada keberkahan perjuangan," pungkasnya. (rf/kmf)


Pilihan Untukmu