MALANG ||Lintas Selatan Bratapos.com - Kadis PU Sumber Daya Air (SDA) Kabupaten Malang, Farid Habibah angkat bicara terkait tudingan miring dugaan jarang ngantor, blokir kontak WhatsApp Wartawan dan tidak adanya papan anggaran pembangunan proyek irigasi Tahun 2024 dalam sepekan terakhir sebagaimana beredar pemberitaan di beberapa media online beberapa hari yang lalu.
Kadis PU Sumber Daya Air (SDA) Kabupaten Malang, Farid Habibah menegaskan bahwa dirinya tidak memblokir nomor WhatsApp Wartawan dan mempersilahkan untuk mengkroscek, terkecuali yang dianggapnya nomor kontak penipu dan pemeras.
"Saya tidak blokir nomer. Bisa dicek. Kecuali nomor penipu dan pemeras," ucap Kadis PU SDA Kabupaten Malang, Farid Habibah saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Kamis (18/7/2024) pagi.
Saat ditanya, apakah benar Kadis PU SDA Kabupaten Malang jarang ngantor, Farid Habibah mengatakan, Saya tertib jadwal kantor bahkan lebih. Namun demikian, kegiatan lapangan dan mendampingi Bapak Bupati juga acara padat. Semua terlaksana dengan baik. Menurutnya tidak di kantor karena tidak menemui mungkin. Karena rapat koordinasi internal dinas, koordinasi dengan konsultan, dan kegiatan monitoring serta administrasi juga berlangsung di Kantor.
"Dzolim dan fitnah orang yang menuduh begitu, sementara saya tidak melakukan yang demikian. Tinggal cek absen dan laporan kinerja yang ada Geotag kan ketahuan kegiatan dinasnya," ucapnya.
Ditambahkan oleh Farid Habibah, masak juga orang PU harus selalu di kantor sepanjang waktu. Ini benar-benar bikin saya tersinggung berat sebenarnya, karena tuduhan begitu sungguh tidak berdasar. Dan itu bukan saya banget.
"Seluruh kegiatan dinas saya terlapor dan termonitor. Sebenarnya Saya tidak mau konfirmasi, saya doakan saja. Wartawan itu ke kantor hanya sekali dua kali, mencari tidak ketemu, lantas menuduh dan fitnah begitu," ujarnya.
Ketika disinggung, apa benar dugaan banyak proyek di Dinas PU SDA Kabupaten Malang yang tidak dipasang papan nama proyek (proyek siluman), Kadis PU SDA Kabupaten Malang, Farid Habibah mengatakan bahwa kegiatan tersebut dilaksanakan sebagaimana prosedur. Terpenuhi kegiatan DAK, monitor dari Pusat dan juga Inspektorat serta pengendalian internal dilakukan sesuai prosedur dan aturan yang berlaku.
"Ada papan semua. Kurang mau effort masuk ke saluran liat papannya. Kegiatan Saluran tidak di pinggir jalan. Monitoring pekerjaan lengkap terhadap progres fisik dan administrasi termasuk papan namanya. Jadi DAK ini kegiatan spot2, tidak menerus. Papan nama dipasang di penanganan terpanjang. Ada 11 titik," terang Farid Habibah.
Lebih lanjut, ketika awak media meminta Kadis PU SDA Kabupaten Malang, Farid Habibah untuk menunjukkan beberapa titik proyek PU SDA Kabupaten Malang yang ada di Kecamatan Ngajum dan Kromengan, Kadis pun bersedia memberikan dokumentasi proyek yang dengan jelas sudah terpasang papan nama proyek bahkan mempersilahkan awak media untuk croscek lokasi.
"Seperti, pekerjaan rehabilitasi jaringan irigasi Karangkates di Desa Karangrejo, Kecamatan Kromengan, Tahun Anggaran 2024 yang sumber dananya dari DAK senilai Rp.742 Juta lebih sesuai dengan papan nama proyek yang terpasang di lokasi," jelas Farid Habibah.
Dikatakannya, pemeriksaan bersama rehabilitasi D.I Gombong I Desa Kranggan, Kecamatan Ngajum (Volume sesuai +1,20m' ada sedikit revisi pada ban-banan/plester an dan penambah tekuk'an pada ujung pasangan terakhir).
"Monev Bendung Petungroto-Ngajum pekerjaan siaran dan plesteran. Untuk penahan bendung masih pekerjaan," imbuhnya.
Sebelumnya, inisial (B) salah satu Wartawan media online yang menuding bahwa Kadis PU SDA Kabupaten Malang diduga jarang ngantor, blokir kontak WhatsAppnya dan banyaknya proyek siluman, inisial (B) mengatakan, Farid Habibah jarang masuk kantor dan selalu saja Dinas Luar (DL).
"Kita juga sudah berupaya melakukan konfirmasi kepada Kadis melalui Telephone seluler dan Via WhatsApp terkait saluran irigasi yang ada dibeberapa titik di Kabupaten Malang dengan pagu anggaran bernilai hampir milyaran rupiah yang tidak ada papan nama bangunan dan anggarannya dari mana, berapa jumlah pagu anggarannya, berapa tinggi bangunan, berapa panjang, namun bukannya menjawab pertanyaan Wartawan, sang Kadis seolah alergi menjawab "Nggak Kenal, Mengganggu" jawabnya singkat, malah yang lebih sadis Kadis memblokir nomor wartawan," ucap inisial (B) kepada suara lpkpk.com melalui video call WhatsApp, Rabu (17/7/2024) kemarin.
"Jadi kita menduga proyek di Dinas PU Sumber Daya Air Kabupaten Malang banyak proyek siluman, ini semakin banyak masyarakat curiga dengan anggaran yang dikeluarkan," tambahnya.
Pewarta : Zen/Tim