MALANG || Bratapos.com Lintas Selatan - Kades Ngajum, Setyo Budi lebih memilih bungkam saat dikonfirmasi terkait dugaan Pemdes Ngajum tidak memasang plang pengumuman APBDes. Mengenai hal tersebut, Camat Ngajum, Akhmat Taufik J. S. STP. M. M angkat bicara.
Camat Ngajum, Akhmat Taufik J. S. STP. M. M mengatakan, sesuai ketentuan memang APBDes harus dipublikasikan oleh Pemdes kepada masyarakat desa di ruang publik, dengan sarana publikasi dapat dilakukan
melalui : banner, papan informasi Desa, website Desa, medsos Desa, media cetak & elektronik, leaflet atau bahkan menggunakan pengeras suara di ruang publik.
"Atas pembinaan dan pengawasan kami, seluruh desa di Kecamatan Ngajum telah melaksanakan publikasi tersebut melalui pemasangan banner di kantor desa, website desa dan medsos desa sejak awal Tahun Anggaran minimal di bulan Februari 2024, artinya kewajiban Pemdes untuk mempublikasikan APBDes nya secara tertib sudah dilaksanakan," ucap Camat Ngajum saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Rabu (31/7/2024) sore.
Dijelaskan oleh Camat Ngajum, Akhmat Taufik J. S. STP. M. M, jika dicek kondisinya saat ini mungkin ada banner yang sedikit sobek, tulisannya sudah buram atau posisinya sudah tidak sempurna seperti pada saat awal pemasangan, ini karena pengaruh alam (panas, hujan dan angin).
"Kondisi melingkap ke atas kanopi karena kena angin. Publikasi melalui Facebook Desa sejak tanggal 28 Februari 2024. Itu foto kami hari ini, perbaikan posisi banner setelah kena angin dilakukan mulai kemaren. Seperti pada foto ini secara tidak disadari banner sempat kesingkap ke atas kanopi karena kena angin," terangnya.
Ketita disinggung, kenapa hingga saat Iki Kades Ngajum, Setyo Budi lebih memilih bungkam saat dikonfirmasi terkait hal tersebut, Camat Ngajum, Akhmat Taufik J. S. STP. M. M menyampaikan, akan menjadi bahan pembinaan kami ke Pemdes terkait kelancaran komunikasi Pemdes dengan pihak media.
Terpisah, senada dengan Camat Ngajum, Sekda Kabupaten Malang, Nurman Ramdansyah S.H., M.Hum mengatakan bahwa banner sudah terpasang sejak awal tahun di tembok kantor desa. Kemudian tidak disadari kena angin melingkap ke atas kanopi.
"Pada saat didatangi Wartawan kesannya belum pasang banner. Itu laporan yang saya terima mas," pungkasnya. (Zen/conkarif)